Hadapi Mudik 2019, Dishub Kota Tangerang Siaga 24 Jam

Tangerang – Dinas Perhubungan Kota Tangerang, siaga 24 jam, hadapi musim mudik lebaran 1440 Hijriah tahun 2019. Setidaknya ada 250 petugas Dishub, yang akan siaga, mulai H-7 hingga H+7 Idul Fitri tahun ini.

Sekretaris Dinas (Sekdis) Perhubungan Kota Tangerang, Wahyudi Iskandar menjelaskan, Dinas Perhubungan Kota Tangerang, telah siap menyambut musim mudik lebaran tahun 2019. Kesiapan tersebut, salah satunya dengan mempersiapkan ratusan petugas nya menjaga kelancaran arus mudik di Kota Tangerang.

“Ada sekitar 250 personil kita, yang akan siaga 24 jam sambut musim mudik tahun ini. Mereka, berasal dari beberapa kesatuan di Dishub Kota Tangerang,” terang Sekdis, di ruang kerjanya, Senin, (27/5/2019).

Dijelaskan, 250 petugas Dishub Kota Tangerang tersebut, akan bersiaga di beberapa posko mudik yang ada di Kota Tangerang. Setidaknya ada delapan titik yang akan dijadikan posko mudik di Kota Tangerang.

Posko mudik tersebut, tentunya akan bekerja sama dengan beberapa institusi lainnya. Diantaranya, kepolisian, TNI, PMI, Satpol PP, Pramuka serta petugas kesehatan dan institusi lainnya yang terkait.

Jumlah titik posko mudik tersebut, minimal sama dengan jumlah titik posko mudik, seperti pada tahun sebelumnya. Yakni yang terdapat di perbatasan keluar masuk Kota Tangerang, maupun yang berada di dalam Kota Tangerang.

Delapan titik tersebut, salah diantaranya di terminal Poris Plawad, Kebon Nanas, Kebon Besar, Jatiuwung, Alam Sutera hingga Robinson.

“Posko akan dijaga oleh tim gabungan. Insya Allah, akan sangat membantu pemudik,” imbuhnya.

Selain itu menurut mantan Kabag Humas Pemkot Tangerang ini, kesiapan angkutan mudik tahun ini, juga dilakukan dengan ramcek hingga tes kesehatan pengemudi.

Tes kesehatan dan dan ramcek akan dilakukan di terminal Poris Plawad, atau dengan mendatangi pool bus yang terdapat bus angkutan lebaran.

Untuk ramcek dan tes kesehatan pengemudi, akan dilakukan mulai H-7 Lebaran. Apabila, ditemukan bus atau pengemudi yang tidak laik jalan, maka Dishub akan melarang bus angkatan tersebut untuk membawa penumpang.

“Kita akan berikan sanksi berupa pelarangan angkut penumpang, bila ditemukan pengemudi atau bus yang tidak memenuhi syarat untuk angkutan lebaran, kita bekukan sementara,” tegasnya.

Sementara terkait harga tiket, pihaknya tentu berpatokan pada keputusan Menteri Perhubungan, terkait harga tiket. Namun biasanya, harga tiket akan mengacu pada harga batas atas ataupun batas bawah.

Untuk jumlah bus, Sekdis memperkirakan jumlahnya paling tidak sama dengan tahun sebelumnya, yakni sekitar 495 bus. Jumlah itu akan melayani rite ke berbagai kota di pulau Jawa hingga Sumatera. Namun kebanyakan akan melayani kota-kota di Jawa Tengah, Jawa Timur dan Jawa Barat.

Terakhir, Sekdis berpesan kepada pemudik sebaiknya tidak menggunakan kendaraan roda dua untuk angkutan mudik. Ia menganjurkan, agar pemudik lebih mengutamakan ke angkutan umum atau kendaraan roda empat.

“Jangan lupa, bagi yang akan mudik menggunakan kendaraan pribadi, cek kendaraan sebelum berangkat. Selamat mudik, selamat lebaran di kampung halaman, mari kita tertib berlalu-lintas dan jaga kesehatan,” pungkasnya. (Adv).

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*