Jelang HUT RI, Ini Penampakan TMP Seribu Di Tangsel

TMP Seribu di Kecamatan Setu, Kota Tangsel. (Riz)

Titanews-Jelang HUT RI ke-74, tempat makam pahlawan (TMP) Seribu di Kecamatan Setu, Kota Tangsel berbenah. TMP ini menjadi satu dari saksi bisu pertempuran berdarah dalam kemerdekaan negara ini.

Di lokasi ini terdapat tugu berwara putih yang tinggi menjulang.  Tugu tersebut di dalamnya berkibar bendera Indonesia berwarna merah putih. Di sisi kanannya dibangun monumen besar.

Di monumen tersebut tertulis sejumlah nama. Nama-nama yang ditulis itu merupakan pahlawan yang gugur dalam peperangan melawan tentara militer Belanda.

Ada sekitar 240 nama yang tertera dalam tulisan tersebut. Bahkan dibangun pula prasasti untuk mengenang jasa – jasa pahlawan ini.

Di area makam, tampak empat blok di dalamnya. Papan – papan merah putih ditancap di liang lahat.  Di area tersebut terhitung sekira 240 makam. Dengan luas area sekitar satu hektar.  Suasana asri pun terasa di lokasi ini. Rumput menghijau dan ditumbuhi pohon – pohon yang rindang.

Penjaga TMP Seribu Serpong, Ilham mengaku telah 12 tahun bekerja di tempat ini. Sejak Pemerintahan Kabupaten Tangerang belum mengalami pemekaran dengan Kota Tangsel.

“Kan sekarang sudah menjadi Kota Tangsel. Saya sudah lama di sini. Pengalihan pemerintahan ya berbeda juga soal kebijakannya. Tapi tetap saja kalau upacara 17 Agustusan ada di sini,” katanya, Jumat, (16/8).

Ia menjelaskan saat ini dirinya tengah melakukan untuk prosesi persiapan upacara. Bersih-bersih secara menyeluruh pun dilakukan.

“Ini sedang dilakukan pengecatan papan nisan. Dicat warna merah putih,” ucapnya.

Ilham menyebut Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany secara rutin menggelar upacara di tempat ini. Proses upacara merayakan hari kemerdekaan itu berlangsung pada tanggal 16 Agustus malam.

“Acaranya malam, ibu Wali Kota sama rombongan juga biasanya bawa anak-anak pelajar untuk upacara dan berdoa,” kata Ilham.

Dirinya pun menyiapkan mulai dari obor dan sejumlah lilin untuk prosesi upacara. Bahkan hal itu disiapkan dari jauh – jauh hari.

“Saya bikin obor, kalau disiapkannya mendadak pasti kerepotan. Karena kan banyak yang datang. Tiap lilin sama obor ditaruh di tiap – tiap makam. Di sini ada 240 unit makam,” ungkapnya.

Kata Ilham, di HUT RI banyak sejumlah penjiarah yang mendatangi lokasi ini. Mereka biasanya datang menjelang Hari Raya Idul Fitri.

“Kebanyakan yang nyekar di makam ini berasal dari warga Rangkas Bitung,” ujar Ilham.

Menurut Ilham, satu liang lahat berisi 5 sampai 10 jenazah. Penjiarah yang mengetahui anggota keluarga di makam tersebut diberi nama pada papan nisannya.

“Kan dikuburnya secara massal, ada sebagian juga keluarga yang nulis nama. Selain penjiarah, yang datang ke sini juga banyak dari anak-anak sekolah. Mereka belajar sejarah di tempat ini,” tandasnya. (Riz)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*