Nilai Tidak Jadi Acuan Lolos PPDB SMA, Wali Murid: Gak Fair Aturannya

Tangerang – Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) untuk jenjang SMA/SMK, para wali murid dan siswa keluhkan aturan yang diterbitkan dalam penerimaan PPDB.

Dalam aturan tersebut, disebutkan bahwa penerimaan calon peserta berdasarkan zonasi dengan persentase 90 persen jarak yang berdekatan dari sekolah yang diutamakan, 5 persen prestasi dan 5 persen mutasi.

Akan tetapi disebutkan dalam penerimaan PPDB, nilai Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tidak digunakan tetapi hanya menggunakan Kartu Keluarga (KK) sebagai acuan.

Hal ini yang membuat, siswa dan wali murid mengeluhkan aturan tersebut.Salah seorang wali murid, Lina mengatakan dengan aturan tersebut yang menentukan jarak dari pada nilai tidak fair atau tidak adil.

“Percuma dong anak-anak sudah belajar biar dapat nilai tinggi, tapi pas daftar malah enggak diterima. Kalah sama anak-anak yang nilainya enggak bagus,” terang Lina saat ditemui di SMAN 7 Tangsel, Selasa (11/6/2019).

Bahkan, anak-anak sempat menangis mengetahui aturan tersebut. Mereka sudah belajar mati-matian sampai malam, mengikuti pelajaran tambahan, les maupun bimbel tapi tidak ada gunanya.

Sementara itu calon peserta PPDB, Talita Dama Kamila mengaku tidak adil jika nilai bukan acuan untuk mendaftar SMA.

“Enggak adil dong kalau begitu, aku udah belajar biar dapat nilai bagus. Ya, kalau begini aku percuma belajar dong, kalau nilai aku enggak kepakai. Kalau yang diterima cuman jarak terdekat dari rumah ke sekolah,” ungkap Talita yang memiliki nilai kelulusan 34 di SMPN 15 Tangsel. (Lan)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*