Penipuan Rumah Subsidi Bodong Raup Rp4,5 Miliar

Gelar perkara Mapolres Tangsel. (Lan)

Tangerang-Bermodus jual rumah subsidi bodong dengan down payment (DP) rendah, John Sumantri mampu meraup keuntungan Rp4,5 miliar.

Pria yang mengaku Direktur PT. Cakrawala Karya Kinakas (CKK) diringkus setelah melakukan penipuan terhadap ratusan konsumen.

Ia menawarkan Perumahan Bumi Berlian Serpong (BBS) dan Bumi Berlian Asri (BBA) ini sejak pada 2015 lalu. Namun, hingga 2018 tidak realisasinya. Konsumen yang kecewa melaporkan ke Mapolres Tangsel.

Tak hanya itu, untuk meyakinkan konsumen, Jhon juga membuka tempat pemasaran di Perumahan Villa Dago Blok A/187 Rt. 001 Rw.002, Kelurahan Benda Baru, Kecamatan Pamulang, Kota Tangsel.

“Karena tertarik pada saat itu para korban mengajukan permohonan kredit perumahan tersebut dengan membayarkan uang sebagai boking fee sebesar Rp5 juta dengan DP Rp20-30 juta,” kata Kapolres Tangsel AKBP Ferdy Irawan di Mapolres Tangsel, Kamis (13/12).

Namun, setelah uang diberikan wawancara tidak pernah dilakukan. Kemudian para korban menayakan ke Bank BTN Syariah Bogor dan juga Bank BTN Cabang Pamulang, korban tidak pernah terdaftar sebagai pemohon kredit Perumahan BBA maupun BBS.

“Korban mendatangi kantor pemasaran. Namun ternyata sudah tutup. Kemudian dilaporkan,” imbuhnya.

Setelah dilakukan penyelidikan, ternyata Perumahan BBA dan BBS belum sepenuhnya milik PT. Cakrawala Karya Kinakas.

“Sebagian besar calon konsumen tidak pernah diajukan ke Bank untuk mendapat fasilitas Kredit perumahan. Namun, tidak pernah ada pemberitahuan dan uang mukanya tidak dikembalikan sesuai perjanjian pada Surat Pemesanan Rumah (SPR),” ucap Kapolres.

Tersangka Jhon ditangkap di Perumahan Malendeng Residence, Manado, Sulawesi Utara pada Sabtu, (8/12). Atas perbuatan tersangka dikenakan Pasal 378 dan 372 KUHPidana mengenai Penipuan dan Penggelapan dengan ancaman 5 tahun penjara. (Lan)

1 Trackback / Pingback

  1. Ratusan Korban Penipuan Rumah Subsidi bodong 171 Orang | TITANEWS.ID

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*