PSI Tangsel Ngebet Pelantikan Anggota DPRD Dipercepat

Logo PSI. (Net)

Titanews. Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Tangsel sebagai partai baru, secara mengejutkan berhasil meraih satu fraksi dengan perolehan empat kursi di DPRD Tangsel.

Atas pencapaiannya itu, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PSI) Tangsel, berharap agar pelantikan DPRD periode 2019-2024 dipercepat.

Sekretaris DPD PSI Kota Tangsel, Ferdiyansyah mengatakan, setelah dilakukan penetapan Caleg terpilih, maka langkah hukum selanjutnya harus diproses dengan cepat.

Akan tetapi, dirinya menyadari lamanya proses pelantikan dikarenakan adanya sengketa Pileg 2019 di MK.

“Kami menyadari, lamanya pelantikan dewan baru yang terpilih karena adanya sengketa pileg 2019 di MK yang baru memutuskan pada tanggal 8 Agustus kemarin. Padahal masa kerja anggota dewan yang lama hanya sampai 7 agustus, hal ini mengakibatkan diperpanjangnya masa jabatan dewan lama karena tidak boleh terjadi kekosongan dewan,” ujar Ferdi, Kamis (22/8/2019).

Menurutnya, saat ini pelantikan hanya tinggal menunggu Surat Keputusan (SK) dari Gubernur selesai.

“PSI berharap, agar pelantikan dapat dipercepat mengingat masa kerja dewan yang lama sudah habis sejak awal agustus yang lalu. Informasi yang kami terima dari sekretariat dprd, kami tinggal menunggu SK dari Gubernur, setelah di dapat SK tersebut kami akan melaksanakan pelantikan dewan yang baru. Jadi, kami (PSI) berharap pelantikan sudah terlaksana sebelum bulan agustus ini berakhir,” ungkapnya.

Sementara itu, Asisten Daerah (Asda) I DPRD Kota Tangsel, Rahmat Salam mengatakan, bahwa Pemerintah Kota (Pemkot) Tangsel saat ini hanya tinggal menunggu proses dari Gubernur Banten.

Bahkan, pihaknya terus berkoordinasi dengan Biro Hukum Pemeirntah Provinsi Banten.

“Kita tinggal menunggu dari Gubernur saja. kami juga tidak hanya sekedar menunggu, tetapi terus berkoordinasi. Semoga secepatnya selesai dan bisa langsung dilakukan pelantikan dan pengangkatan sumpah,” pungkasnya. (Dien)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*