Selama Arus Mudik Terminal Pondok Cabe Hanya Angkut 1000 Penumpang

Tangerang – Terminal Pondok Cabe yang sudah memiliki Tipe A, tak berarti menjadikan masyarakat di Tangsel untuk melalukan perjalanan arus mudik.

Padahal pada saat peresmian terminal Tipe A ini, terminal Pondok Cabe memiliki jargon “Ayo Masuk Terminal” dan memiliki 33 PO bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) yang siap melayani masyarakat yang hendak bepergian dari terminal Pondok Cabe menuju kota-kota di Jawa Tengah, Jawa Timur maupun Daerah lstimewa Yogyakarta.

Koordinator Terminal Pondok Cabe, Stanley Puspawijaya mengatakan untuk jumlah penumpang diperkirakan mengalami penurunan di Terminal Pondok Cabe.

“Penumpang lebih berhenti di pemberhentian dekat rumah masing-masing. Data yang tercatat, selama arus mudik di Terminal Pondok Cabe mencapai 1.000 penumpang,” ujar Stanley, Selasa (11/6/2019).

Meskipun demikian menurut Stanley, masyarakat telah mengetahui keberadaan terminal Pondok Cabe. Dan, telah mensosialisasikan keberadaan terminal Pondok Cabe.

“Masyarakat telah mengenal Terminal Pondok Cabe berkat promosi yang terus menerus dan persiapan jauh-jauh hari telah dilakukan menghadapi arus mudik dan arus balik,” tambahnya.

Selain itu, faktor menurunnya penumpang arus mudik dikarenakan tidak ada transportasi seperti angkot untuk menuju ke terminal Pondok Cabe.

Menurut data yang diterima, angkutan lebaran per 28 Mei hingga 7 Juni dalam persentase untuk arus mudik ke Yogyakarta menjadi tertinggi mencapai 14 persen, disusul dengan Tasikmalaya 10 persen, Solo 9 persen, Bandung 6 persen, Wonogiri 6 persen, Klaten 6 persen, Pacitan 6 persen.Sementara Garut 4 persen, Madura 4 persen, Bojonegoro 4 persen, Wonosari 3 persen, Ponorogo 3 persen, Jepara 3 persen, Madiun 3 persen, Sumenep 2 persen, Kudus 2 persen, sisanya wilayah kota Jawa Tengah-Jawa Timur hingga Bali berkisar 0-1 persen. (Lan)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*