Siloam Hospitals Yogyakarta Edukasi Kesehatan Otak Lewat Film Tiga Dimensi

Edukasi kesehatan Siloam Hospital Yogyakarta. (Ist)

Yogyakarta – Siloam Hospitals Yogyakarta melakukan cara inovatif dalam mengedukasi masyarakat akan pentingnya menjaga dan melakukan deteksi dini, terutama pada organ otak. Edukasi dilakukan melalui pemutaran film format tiga dimensi yang menyajikan sejumlah penanganan kasus operasi otak beserta gejala dan penyakit yang menyertainya.

“Film tiga dimensi tentang organ otak manusia ini merupakan film satu satunya di dunia yang dibuat dan dimiliki Siloam Hospitals Group. Secara dominan, penanganan perkara pada operasi otak yang dilakukan tim Siloam berlangsung sukses. Dengan melihat film ini, kami ingin menyampaikan bahwa, selain memiliki fungsi yang amat vital, sejumlah penyakit yang berkaitan pada saraf, darah dan organ lainnya dapat disembuhkan melalui deteksi dini otak, ” sebut Ketua Tim Bedah Saraf Siloam Hospitals Group Prof. Dr. Dr. dr. Eka J. Wahjoepramono, Sp BS, Ph.D, Sabtu, (22/6/2019).

Pemutaran film
kesehatan otak bertajuk “The Amazing Human Brain and The Potential Catastrophe” itu digelar Rumah Sakit Siloam Yogyakarta di Cinemaxx Lippo Plaza.

Direktur Siloam Hospitals Yogyakarta drg. Wiana R. Maengkom, MARS mengatakan, kesadaran masyarakat untuk memeriksakan kesehatan otak (brain check up) secara rutin masih sangat jarang. Selama ini lebih banyak orang yang memeriksakan kesehatan jantung atau organ tubuh lainnya. Pada kenyataannya, brain check up sangat diperlukan karena berguna untuk mendeteksi penyakit yang mengancam kesehatan otak, seperti stroke ataupun tumor.

“Hal inilah yang ingin kami sosialisasikan juga kepada masyarakat di Kota Jogya, melalui acara edukasi pemutaran film ini.” ucapnya.

Salah satu pengunjung yang menonton film edukasi otak, Erik wisman, mengaku senang menonton film tiga dimensi ini sangat membantu akan pentingnya organ otak.

“Gambarnya nyata melalui tiga dimensi. Saya jadi tahu, betapa kompleksnya organ otak dan pentingnya menjaga kesehatan tubuh melalui deteksi dini otak,” pungkas warga dari Sleman ini.

Salah satu cara deteksi dini otak dapat melalui “brain check up”, adalah dengan menggunakan MRI (Magnetic Resonance Imaging) yaitu sebuah prosedur diagnostik mutakhir untuk memeriksa dan mendeteksi kelainan organ di dalam tubuh dengan menggunakan medan magnet dan gelombang frekuensi radio tanpa radiasi sinar-X atau bahan radioaktif.

Dengan MRI, sel-sel hingga yang terkecil sekali pun di dalam otak dapat terlihat dan terdeteksi. Pemeriksaan MRI dianjurkan untuk mereka yang berusia 40 tahun ke atas, dimana risiko stroke sangat tinggi di usia ini. Namun demikian, pemeriksaan ini juga dianjurkan untuk mereka yang memiliki riwayat keluarga menderita stroke. (Mad)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*